Desa Binanga
Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat — desa pesisir bersejarah di tepi Selat Makassar.
Mengenal Desa Binanga
Kisah, identitas, dan keunikan desa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Kecamatan Sendana.
Binanga adalah nama yang berasal dari bahasa Mandar, berarti "muara sungai" — pertemuan antara sungai dan laut. Nama ini mencerminkan posisi geografis desa yang tepat berada di bibir Selat Makassar.
Desa Binanga resmi berdiri pada tahun 2010 sebagai hasil pemekaran dari Desa Pundau, setelah sebelumnya sempat menjadi bagian dari Desa Puttada sejak era 1950-an. Desa ini mencakup wilayah seluas 191 hektare yang terbagi ke dalam 4 dusun: Bo'di, Butungan, Naulluyo, dan Binanga.
Masyarakat Desa Binanga mayoritas beretnis Mandar, dengan ikatan adat dan bahasa daerah yang masih terjaga kuat. Hampir seluruh penduduk menganut agama Islam dan menggunakan bahasa Mandar sebagai bahasa sehari-hari.
“Binanga — dari kata bahasa Mandar yang berarti muara sungai. Sebuah penamaan yang tepat untuk desa di tepi Selat Makassar yang telah berdiri sejak sebelum kemerdekaan Indonesia.”
— Catatan Sejarah Desa Binanga.Visi & Misi
Arah kebijakan dan tujuan pembangunan Desa Binanga menuju masa depan yang lebih cerah.
Terwujudnya Pemerintahan dan Masyarakat Desa Binanga yang Mandiri, Kreatif, dan Sejahtera serta Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan.
- Menjadikan Desa Binanga sebagai Desa Wisata yang Mengedepankan Kearifan Lokal.
- Peningkatan Perekonomian melalui Sektor Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Perikanan.
- Peningkatan dan Penyaluran Bakat sesuai Kopetensinya. Keterampilan di bidang Kuliner, pembuatan Souvenir, Penjahitan, Pertukangan, Seni Budaya dan Keterampilan Lainnya.
- Pembangunan dan Perbaikan infrastruktur Desa. Kesehatan Lingkungan dan Sarana Air Bersih
- Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga.
- Bantuan Pendidikan dan Keagamaan.
Wilayah & Geografis
Informasi letak geografis, batas administrasi, dan luas wilayah Desa Binanga berdasarkan data resmi.
- ↑ UtaraDesa Totolisi Sendana
- ← BaratSelat Makassar
- ↓ SelatanDesa Leppangan
- → TimurDesa Pundau
- Batas Wilayah & Luas Dusun — Dokumen Peta & Administrasi Desa Binanga.
- Jarak & Lokasi Administratif — Pemerintah Kecamatan Sendana & Kabupaten Majene.
Struktur Organisasi
Bagan lengkap susunan perangkat pemerintahan Desa Binanga.
- Kepala Desa
Masnawi Mangku AlamKEPALA DESA- Kepala Seksi (KASI) / Pelaksana Teknis
LARWATI, S.PdKEPALA SEKSI PEMERINTAHAN
HARMIATI, S.PdKEPALA SEKSI PELAYANAN
IRHAM.MKepala Seksi Kesejahteraan
- Kepala Dusun (KADUS) / Pel. Kewilayahan
FAISAL TAGERKEPALA DUSUN BUTUNGAN
SUHENDRA, S.HutKEPALA DUSUN BINANGA
- Sekretariat Desa
SUFRIEDI A.Md.KOMSEKRETARIS DESAKepala Urusan (KAUR)
SALMINKEPALA URUSAN PERENCANAAN
SAHABUDDIN, A.Md.KomKEPALA URUSAN KEUANGAN (BENDAHARA DESA)
HASRUDDINKepala Urusan Tata Usaha dan Umum

Data Statistik Dusun
Rincian data kependudukan, demografi, dan pendidikan per dusun di Desa Binanga.
Dusun Binanga
Pusat Pemerintahan DesaDusun Bo'di
Wisata Mangrove & CekdamDusun Butungan
SDN 28 Inpres PuttadaDusun Naulluyo
Wilayah Terluas (92 ha)Fasilitas Publik & Bangunan Penting
Fasilitas umum tersebar di 4 dusun — termasuk sarana pendidikan, peribadatan, kesehatan, dan wisata.

KANTOR DESA BINANGA
Kantor Desa Binanga Pusat Pemerintahan Desa Binanga

SD NEGERI NO. 28 PUTTADA
SDN 28 Puttada di Desa Binanga, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, berkomitmen mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berprestasi melalui pendidikan berkualitas.
Petunjuk Lokasi MapsPerjalanan Panjang Desa Binanga
Dari bagian Desa Puttada hingga berdiri mandiri — rekam jejak peristiwa bersejarah yang membentuk identitas desa.
Wilayah Puttada yang Besar
Binanga merupakan bagian dari Desa Puttada bersama Dusun Paminggalan, Lalattedong, Puttada, Pundau, dan Leppangan. Desa induk ini belum terpecah, masyarakat hidup berdampingan di pesisir Selat Makassar.
Gempa Bumi & Tsunami Melanda
Gempa bumi disertai tsunami menghantam kawasan Desa Puttada. Masjid hancur; air laut masuk jauh ke pemukiman. Banyak ikan terdampar di darat, namun ketakutan membuat warga tidak berani mengambilnya.
Kemarau Panjang 10 Bulan
Kemarau ekstrem selama sepuluh bulan menghancurkan hasil panen. Krisis pangan parah memaksa masyarakat bertahan hidup dengan memakan sagu dari pohon aren yang diproses secara tradisional.
Kemarau Kedua (7 Bulan)
Kemarau panjang kedua melanda. Pohon kelapa yang menjadi andalan ekonomi rakyat banyak yang mati. Petani merugi besar dan perekonomian desa terpuruk selama beberapa musim.
Pengaspalan Jalan Poros
Untuk pertama kalinya jalan poros selebar 3 meter diaspal. Akses mobilisasi warga menjadi jauh lebih mudah, membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan akses ke pasar yang lebih luas.
Banjir Besar
Banjir besar menerjang pemukiman, mengakibatkan jalan putus dan kelangkaan pangan. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menggerakkan semangat gotong-royong masyarakat untuk saling membantu.
Pemekaran Desa Puttada
Desa Puttada secara resmi dimekarkan menjadi dua: Desa Puttada (Paminggalan, Lalattedong, Puttada) dan Desa Pundau (Pundau, Binanga, Leppangan). Pelayanan pemerintahan menjadi lebih terjangkau dan efektif.
Hadirnya Sinyal Telkomsel
Tower Telkomsel dibangun di kawasan ini, membuka era baru komunikasi digital bagi warga desa. Pertukaran informasi, akses berita, dan komunikasi jarak jauh menjadi mungkin dilakukan.
Desa Binanga Berdiri Sendiri
Dusun Binanga dimekarkan dari Desa Pundau dan resmi berdiri sebagai Desa Binanga yang mandiri, terdiri dari 4 dusun: Bo'di, Butungan, Naulluyo, dan Binanga. Jalan tani sepanjang 10 km dibangun.
Wisata Mangrove Dikembangkan
Potensi wisata alam mulai dikelola secara serius. Hutan mangrove di Dusun Bo'di dikembangkan menjadi destinasi ekowisata yang menarik pengunjung dan mendatangkan pendapatan tambahan bagi warga.
Gempa 6,2 SR
Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang wilayah ini. Banyak rumah warga mengalami keretakan dan tower Telkomsel roboh, memutus komunikasi sementara. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Prestasi & Penghargaan
Daftar pencapaian dan apresiasi yang telah diraih oleh desa kami.
